• Jelajahi

    Copyright © Pantinews.com - Menyajikan Berita Terbaru
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    5 Modus Sindikat China dan Timur Tengah Samarkan Narkoba

    Pantinews.com
    26/06/20, 09:20 WIB Last Updated 2020-06-26T02:20:55Z
    5 Modus Sindikat China dan Timur Tengah Samarkan Narkoba

    Pantinews.com | Jakarta, Setidaknya ada lima modus yang digunakan para sindikat internasional dari China dan Timur Tengah dalam menyamarkan narkoba yang diselundupkan ke Indonesia. 

    Hal yang paling sering digunakan oleh jaringan China adalah menggunakan kemasan teh warna-warni sesuai kualitas narkoba.

    Untuk sindikat Timur Tengah dan Iran punya kemasan lebih beragam, mulai menggunakan Tupperware, dibungkus plastik dan dilakban membentuk bulatan dengan ukuran tertentu. 

    "Ada juga yang dicampur dengan asam ranji seolah narkoba itu rempah-rempah, hingga membungkusnya dengan kemasan buah kurma," kata Kepala Bareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo kepada Tim Blak-blakan Detik.com di ruang kerjanya, Kamis (25/6/2020).

    Dia memberikan wawancara khusus dalam rangka Hari Anti Narkotika Internasional yang jatuh pada Jumat, 26 Juni.

    Sebagai contoh, para tersangka asal Yaman dan Pakistan yang ditangkap pada 22 Mei di Serang, Banten mencampur 821 kilogram sabu dengan buah asam ranji untuk mengelabui petugas. 

    Caranya, sabu yang sudah dikemas dengan berbagai macam kemasan seperti plastik, lakban, dan tempat makanan (Tupperware) lalu ditimbun dengan asam jawa atau asam ranji. 

    Para pelaku menyewa ruko pada awal Ramadan dan menyebutnya akan digunakan sebagai gudang asam ranji.

    Lain lagi dengan sindikan Iran yang ditangkap di kawasan Pelabuhan Ratu, Sukabumi pada 4 Juni lalu. Mereka mengemas 402 kilogram sabu antara lain dengan plastik dan lakban menjadi bulatan-bulatan seperti bola dengan ukuran tertentu.

    Sindikat internasional menggunakan trend baru dalam menyelundupkan narkoba ke wilayah Indonesisa. Bila sebelumnya mereka menggunakan jasa kurir perorangan, lalu melalui kargo udara dan kargo laut, kini ship to ship di laut lepas atau perairan internasional.

    "Trend ini melibatkan para nelayan yang menggunakan kapal-kapal atau perahu kecil untuk mendistribusikan narkoba ke daratan," kata Sigit. detik
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini